Echa Muncul sebagai Kandidat Terkuat Ketua KNPI Halsel
Aisyah Damrah Kamarulla. (Foto: istimewa)
HALSEL, HaluanMalut – Aisyah Damrah Kamarullah, atau yang akrab disapa Echa, resmi mencuat sebagai calon terkuat dalam bursa pemilihan Ketua DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menjelang Musyawarah Daerah (Musda) yang akan digelar dalam waktu dekat, Jumat (15/8/2025).
Wartawan senior sekaligus anggota aktif Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ini dinilai memiliki modal sosial kuat dan kemampuan kepemimpinan mumpuni. Echa dikenal dekat dengan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pemuda desa, aktivis kampus, hingga tokoh adat dan pejabat daerah.
Mengusung tagline “Program Sekarang, Besok Kerja”, Echa berkomitmen menjadikan KNPI sebagai organisasi yang tidak hanya besar secara nama, tetapi benar-benar hadir di tengah pemuda dengan program konkret dan responsif terhadap kebutuhan mereka.
“KNPI tidak boleh hanya menjadi ruang elitis. Harus jadi rumah bersama yang merangkul semua pemuda tanpa sekat,” ujarnya dalam forum pemuda di Labuha, Kamis (14/8).
Dalam pencalonannya, Echa membawa visi menjadikan KNPI sebagai wadah pemuda yang kritis, kreatif, kolaboratif, dan menjunjung integritas, keadilan, serta kesetaraan gender. Ia telah menyiapkan enam misi utama sebagai program kerja awal:
- 1. Meningkatkan literasi media di kalangan pemuda untuk menangkal hoaks dan ujaran kebencian.
- 2. Membuka ruang aspirasi inklusif bagi semua kelompok pemuda, termasuk kelompok marjinal.
- 3. Menyelenggarakan pelatihan jurnalistik dan komunikasi publik.
- 4. Membangun kolaborasi lintas organisasi, media, dan pemerintah daerah.
- 5. Memperkuat partisipasi dan kepemimpinan perempuan dalam organisasi.
- 6. Menegakkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola KNPI.
Echa menegaskan, KNPI harus menjadi motor penggerak kemajuan pemuda, bukan sekadar wadah berhimpun. Pengalamannya sebagai jurnalis menjadi modal penting untuk memahami realitas di lapangan dan menyuarakan aspirasi pemuda secara utuh.
“Saya sudah lama mendengar suara dari desa-desa, dari pesisir, dari anak muda yang merasa tidak punya ruang. KNPI harus hadir menjawab itu,” tegasnya.
Dukungan terhadap Echa terus mengalir dari berbagai elemen, mulai dari aktivis muda, organisasi pemuda lokal, hingga tokoh masyarakat yang menilai dirinya sebagai sosok pemersatu dan penggerak.
Musda KNPI Halsel diperkirakan akan menjadi momentum penting bagi arah baru organisasi tersebut. Dengan gaya kepemimpinan partisipatif dan aksi nyata, Echa disebut sebagai figur pembaharu yang dibutuhkan KNPI saat ini.
(Nengo)






