Berita Terbaru

Pemdes Kusubibi Bangun Air Bersih, BPD dan Warga Tegaskan Dukungan untuk Pj Kades

Pembangunan air bersih sepanjang 2 kilometer dari pemukiman warga

Pembangunan air bersih sepanjang 2 kilometer dari pemukiman warga ini dirancang untuk menjawab kebutuhan vital masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan akses air bersih.

HalselHaluanMalut – Pemerintah Desa (Pemdes) Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), melaksanakan program pembangunan air bersih demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Sabtu (6/9/2025).

Program ini dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Irmayanti Kamarulah, bekerja sama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pembangunan air bersih sepanjang 2 kilometer dari pemukiman warga ini dirancang untuk menjawab kebutuhan vital masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan akses air bersih.

“Air bersih adalah kebutuhan mendasar warga. Karena itu, pembangunan ini menjadi fokus utama Pemdes,” ujar Sekretaris BPD Desa Kusubibi, Said Yusuf.

Di tengah proses pembangunan, sempat muncul isu miring yang menyebutkan Pj Kades Irmayanti tidak aktif menjalankan tugas. Namun, isu tersebut langsung dibantah oleh masyarakat dan pihak BPD yang menilai tudingan itu tidak berdasar serta dilatarbelakangi kepentingan pribadi oknum tertentu.

“Ibu Kades ke Labuha bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan membeli material tambahan untuk pembangunan air bersih,” jelas Said.

Masyarakat juga menyesalkan sikap oknum kaur pemerintahan yang dinilai tidak profesional karena menyebarkan informasi menyesatkan serta mencatut nama Sekretaris BPD dan Ketua Pemuda seolah-olah memusuhi Pj Kades.

BPD bersama pemuda dan masyarakat menyatakan dukungan penuh terhadap program yang dijalankan Pj Kades.

“Kami mendukung penuh Ibu Kades. Jangan ada yang mencoba mengganggu fokus pembangunan. Ini demi masyarakat, bukan kepentingan pribadi,” tegas Said.

Selain itu, BPD juga menyoroti dugaan penyalahgunaan dana ketahanan pangan oleh oknum kaur pemerintahan. Dana yang sebelumnya ditransfer oleh Pj Kades untuk pembelian alat pertanian diduga tidak digunakan sesuai kebutuhan masyarakat Dusun Kusu Hijra.

“Kami minta oknum tersebut bertanggung jawab. Karena dia yang membuat hubungan masyarakat dan pemerintah desa menjadi tidak harmonis,” kata Said.

Meski sempat diwarnai polemik, proses pembangunan air bersih di Desa Kusubibi tetap berjalan. Pemdes optimis program ini selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan warga. Masyarakat berharap tidak ada lagi pihak yang mengganggu, sehingga program air bersih dapat menjadi solusi kebutuhan dasar sekaligus menciptakan pemerintahan desa yang harmonis dan produktif.

(Nengo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *