Berita Terbaru

Kalapas Labuha Apresiasi Silaturahmi KNPI dan Cipayung Plus, Tutup Pondok Ramadan Bersama Warga Binaan

Oplus_16908288

Halsel – haluanmalut.com. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuha menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan silaturahmi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bersama organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus, yakni HMI, GMNI, GMKI, dan GAMKI. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan aksi berbagi serta buka puasa bersama warga binaan di Lapas Kelas III Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, Minggu (15/3/2026).

Kepala Lapas Kelas III Labuha, Jumadi, A.Md.IP., SH., MH., mengatakan kunjungan dari organisasi kepemudaan tersebut menjadi bentuk dukungan moral bagi pihak lapas dalam menjalankan program pembinaan bagi warga binaan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada KNPI serta organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus seperti HMI, GMNI, GMKI, dan GAMKI yang telah berkunjung dan bersilaturahmi dengan kami di Lapas Labuha. Kehadiran teman-teman pemuda ini memberikan motivasi serta dukungan bagi kami dalam upaya pembinaan warga binaan,” ujar Jumadi.

Menurutnya, kegiatan silaturahmi seperti ini memiliki makna penting karena dapat memberikan semangat baru bagi warga binaan, sekaligus mempererat hubungan antara lembaga pemasyarakatan dengan elemen masyarakat, khususnya kalangan pemuda di Halmahera Selatan.

Ia menjelaskan bahwa selama bulan suci Ramadan, pihak Lapas Labuha juga melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan keagamaan yang dikemas dalam program Pondok Ramadan. Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan mengikuti sejumlah aktivitas keagamaan seperti kajian tafsir Al-Qur’an, kultum, tadarus Al-Qur’an, salat malam, serta berbagai perlombaan bernuansa religi yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

“Selama Ramadan kami bekerja sama dengan Kementerian Agama melaksanakan Pondok Ramadan. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan seperti kajian tafsir Al-Qur’an, kultum, tadarus Al-Qur’an, salat malam, serta beberapa lomba yang diikuti oleh warga binaan,” jelasnya.

Momentum silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut juga dimanfaatkan pihak lapas untuk menutup rangkaian kegiatan Pondok Ramadan sekaligus menyerahkan hadiah kepada warga binaan yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai perlombaan yang digelar selama program berlangsung.

“Alhamdulillah pada hari ini kita menutup kegiatan Pondok Ramadan sekaligus menyerahkan hadiah kepada warga binaan yang mendapatkan prestasi atau menjadi juara dalam lomba-lomba yang telah dilaksanakan,” tambah Jumadi.

Selain pembinaan di bidang keagamaan, Lapas Kelas III Labuha juga terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satu program yang dijalankan adalah kegiatan ketahanan pangan yang melibatkan langsung para warga binaan.

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah pusat dalam mendukung ketahanan pangan nasional, yang juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

“Di Lapas Labuha kami juga melaksanakan kegiatan kemandirian, salah satunya di bidang ketahanan pangan. Ini merupakan amanat dari Bapak Presiden melalui program Asta Cita yang kemudian dijalankan melalui kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ungkapnya.

Jumadi menyebutkan, hasil dari program ketahanan pangan tersebut cukup membanggakan. Lapas Kelas III Labuha bahkan berhasil meraih prestasi sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dengan hasil produksi pangan terbesar kedua di Provinsi Maluku Utara setelah Lapas Tobelo.

“Alhamdulillah dari hasil kegiatan ketahanan pangan tersebut, Lapas Labuha berhasil meraih prestasi sebagai UPT dengan hasil pangan terbesar kedua di Maluku Utara setelah Tobelo,” katanya.

Di akhir penyampaiannya, Jumadi berharap hubungan silaturahmi antara Lapas Labuha dengan organisasi kepemudaan di Halmahera Selatan dapat terus terjalin dan terjaga dengan baik di masa mendatang.

Ia juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan, agar program pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Labuha dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi warga binaan.

“Kami berharap dukungan dari seluruh organisasi kepemudaan di Halmahera Selatan serta pemerintah daerah agar program pembinaan yang kami laksanakan dapat terus berjalan dengan baik. Dengan demikian para warga binaan memiliki bekal kreativitas dan keterampilan ketika kembali ke tengah masyarakat,” tutupnya.

(Ay/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *