Warkop Halsel Gelar Kelas Jurnalistik “Membaca Batang Tubuh APBD”, Rustam Ode Nuru: Jangan Terjebak Angka
oplus_0
Halsel – haluanmalut.com. Wartawan dan Komunitas Penulis (Warkop) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara menggelar kelas jurnalistik bertajuk “Membaca Batang Tubuh APBD” yang berlangsung di Kedai Katu, Senin (16/3/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah wartawan lokal dan anggota komunitas penulis yang ingin memperdalam pemahaman mengenai dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya dalam konteks peliputan dan analisis kebijakan anggaran daerah.
Rustam Ode Nuru yang dipercayakan sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut memberikan penjelasan mengenai struktur serta cara membaca APBD secara tepat. Ia memaparkan bahwa pemahaman terhadap dokumen anggaran daerah sangat penting, terutama bagi jurnalis yang memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Dalam pemaparannya, Rustam menjelaskan bahwa APBD merupakan dokumen penting yang memuat rencana keuangan pemerintah daerah dalam satu tahun anggaran. Dokumen tersebut terdiri dari beberapa komponen utama, di antaranya pendapatan daerah, belanja daerah, serta pembiayaan daerah yang saling berkaitan dalam membentuk postur anggaran.
Selain menjelaskan struktur APBD, Rustam yang juga merupakan anggota DPRD Halsel dari Fraksi Golkar turut memberikan simulasi cara membaca dokumen anggaran tersebut. Simulasi ini dilakukan agar peserta dapat memahami teknik dasar dalam menganalisis struktur APBD secara lebih sistematis.
Menurutnya, pemahaman terhadap APBD tidak boleh hanya sebatas melihat atau menjumlahkan angka-angka yang tercantum dalam dokumen anggaran.
“Memahami APBD tidak sekadar menjumlahkan angka-angka dalam dokumen. Harus dilihat juga fungsi serta sumber dari setiap komponen yang membentuk postur anggaran daerah,” jelas Rustam di hadapan peserta kelas jurnalistik.
Ia menambahkan bahwa masih banyak pihak yang keliru dalam menafsirkan struktur APBD. Sebagian orang, kata dia, sering kali hanya menjumlahkan pendapatan daerah, dana transfer, dan pembiayaan secara sederhana tanpa memahami fungsi masing-masing komponen tersebut.
Padahal, menurut Rustam, pendekatan analisis anggaran seharusnya dilakukan dengan melihat hubungan antar komponen dalam APBD. Dengan cara tersebut, seseorang dapat memahami arah kebijakan keuangan pemerintah daerah serta prioritas pembangunan yang direncanakan.
Melalui simulasi pembacaan APBD yang dilakukan dalam kelas jurnalistik tersebut, peserta juga diajak untuk melihat bagaimana cara mengidentifikasi pos-pos anggaran serta memahami alur perencanaan dan penggunaan anggaran daerah.
Rustam berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kapasitas jurnalis serta komunitas penulis dalam memahami dokumen anggaran pemerintah daerah.
“Harapannya, teman-teman wartawan dan penulis bisa memahami APBD secara lebih utuh sehingga tidak keliru dalam membaca atau menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, kegiatan kelas jurnalistik ini juga menjadi ruang diskusi antara narasumber dan peserta. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait teknik membaca dokumen anggaran, cara menganalisis data APBD, hingga peran jurnalis dalam mengawasi penggunaan anggaran publik.
Komunitas Warkop Halsel berharap melalui kegiatan ini literasi anggaran di kalangan jurnalis dan masyarakat dapat semakin meningkat. Dengan pemahaman yang baik terhadap APBD, diharapkan publik dapat ikut mengawasi kebijakan keuangan daerah secara lebih kritis dan konstruktif.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah, sehingga informasi terkait kebijakan anggaran dapat disampaikan secara jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat.
(Ay/Red)






