Berita Terbaru

BIM Malut Pertanyakan Klaim Beasiswa PT GMM di Gane Barat Selatan, Mahasiswa Mengaku Tak Pernah Terima Bantuan

Halsel – haluanmalut.com. Barisan Intelektual Muda Maluku Utara (BIM Malut) mempertanyakan klaim program beasiswa yang disampaikan oleh PT Gelora Mandiri Membangun (PT GMM) kepada mahasiswa asal Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara. Organisasi tersebut menilai terdapat ketidaksesuaian antara narasi yang dipublikasikan perusahaan dengan fakta yang dirasakan langsung oleh mahasiswa di lapangan.

Sekretaris Jenderal BIM Malut, Riswan Wadi, mengatakan pihaknya menerima berbagai informasi dari mahasiswa asal Gane Barat Selatan yang mengaku tidak pernah menerima bantuan pendidikan sebagaimana yang diklaim oleh perusahaan.

Menurut Riswan, dalam rilis yang beredar disebutkan bahwa sekitar 40 mahasiswa menerima bantuan beasiswa dari PT GMM sebesar Rp1.500.000 pada tahun 2024. Bahkan pada November 2025 jumlah bantuan tersebut disebut meningkat menjadi Rp2.000.000 per mahasiswa.

“Namun setelah kami menelusuri dan berkomunikasi langsung dengan sejumlah mahasiswa dari desa-desa di Kecamatan Gane Barat Selatan, banyak di antara mereka yang menyatakan tidak pernah menerima bantuan tersebut,” ujar Riswan dalam Pres Rilis yang diterima media ini pada Jumat (13/03)

Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut integritas program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Menurutnya, program CSR seharusnya dilaksanakan secara transparan, akuntabel, serta tepat sasaran bagi masyarakat yang menjadi penerima manfaat.

BIM Malut mengaku telah melakukan komunikasi dengan beberapa mahasiswa yang berasal dari desa-desa di wilayah Gane Barat Selatan. Dari hasil penelusuran tersebut, ditemukan adanya kebingungan di kalangan mahasiswa terkait klaim program beasiswa yang dipublikasikan oleh perusahaan.

“Sebagian mahasiswa yang kami hubungi mengaku tidak pernah menerima bantuan pendidikan sebagaimana yang disebutkan dalam rilis perusahaan. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan besar, karena angka penerima beasiswa yang disebutkan cukup banyak,” katanya.

Dalam publikasi yang beredar, PT GMM juga disebut menyerahkan dana beasiswa kepada orang tua atau wali mahasiswa. Namun menurut Riswan, mekanisme tersebut justru memunculkan pertanyaan baru terkait proses penyaluran bantuan tersebut.

“Jika benar bantuan itu diberikan kepada orang tua atau wali mahasiswa, maka harus ada kejelasan mengenai siapa saja penerimanya, kapan penyerahan dilakukan, serta bukti administrasi penyaluran dana tersebut. Sampai hari ini informasi itu tidak pernah dipublikasikan secara terbuka,” tegasnya.

BIM Malut menilai bahwa publikasi program CSR tanpa disertai transparansi data penerima berpotensi menimbulkan dugaan manipulasi laporan kegiatan sosial perusahaan.

Selain klaim program beasiswa, PT GMM juga mempublikasikan kegiatan perbaikan infrastruktur jalan menuju SMA Nurul Hasan di Desa Sekely sebagai bagian dari program Corporate Social Contribution (CSC). Meski demikian, BIM Malut menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh dijadikan alasan untuk menutupi persoalan lain yang menyangkut hak pendidikan mahasiswa.

“Program CSR tidak boleh berhenti pada narasi pencitraan. Jika perusahaan menyebut ada puluhan mahasiswa penerima beasiswa, maka publik berhak mengetahui secara jelas siapa penerimanya dan bagaimana proses penyalurannya,” kata Riswan.

Atas dasar itu, BIM Malut mendesak PT GMM untuk membuka secara transparan seluruh data penerima beasiswa, termasuk daftar nama mahasiswa, desa asal, waktu penyaluran, serta bukti administrasi penyerahan dana.

Organisasi tersebut juga meminta agar pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Selatan turut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program CSR perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Jangan sampai program yang seharusnya membantu mahasiswa justru hanya menjadi angka dalam laporan perusahaan. Transparansi adalah kunci agar masyarakat tidak merasa dibohongi,” tutup Riswan.

(Ay/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *