Jalan Desa Rusak dan Bronjong Abruk, Masyarakat Jojame Minta Pihak BPBD dan Kontraktor Bertanggung Jawab
Oplus_16908288
Halsel – haluanmalut.com. Proyek tanggap darurat jenis bronjong yang dikerjakan oleh CV. Labuha Indah Berkarya di Desa Jojame, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, menjadi sorotan warga setempat.
Pasalnya, proyek yang baru saja rampung itu ambruk kembali setelah diterjang banjir beberapa hari lalu.
Berdasarkan hasil investigasi awak media di lokasi pada Minggu (10/11/2025), konstruksi bronjong yang seharusnya berfungsi menahan abrasi di tepi sungai kini tampak aruk.
Sebagian susunan kawat bronjong terlepas dari posisinya. Warga menilai proyek tersebut dikerjakan asal-asalan, sehingga tidak mampu menahan derasnya arus air banjir saat hujan lebat.
Proyek ini dikerjakan oleh CV. Labuha Indah Berkarya, dengan tanggung jawab langsung di bawah kontraktor bernama Ko Bily. Warga menuding pihak perusahaan mengerjakan proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi teknis yang semestinya diterapkan dalam proyek tanggap darurat.
“Baru selesai dikerjakan, belum sebulan sudah roboh lagi. Ini jelas ada yang tidak beres dalam pekerjaannya,” ujar salah satu warga yang tak mau namanya di publis.
Kerusakan terjadi usai hujan deras dan banjir yang melanda. Lokasi proyek berada di bibir sungai Desa Jojame, yang selama ini dikenal rawan erosi dan longsor saat musim hujan. Proyek tersebut dibangun sepanjang 400 meter, dengan tujuan utama melindungi wilayah pemukiman warga di sekitar bantaran sungai.
Warga Desa Jojame kecewa karena proyek yang seharusnya melindungi bibir sungai suda rusak, dan kini memerlukan perbaikan ulang. Mereka menduga pelaksanaan proyek tidak melalui pengawasan ketat dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Kami hanya ingin proyek ini dikerjakan dengan benar, supaya tidak perlu dibangun dua kali,” kata seorang tokoh masyarakat.
Selain persoalan ambruknya bronjong, warga juga mengeluhkan kerusakan jalan desa yang terjadi akibat aktivitas alat berat (Dum Truk), pengangkut material proyek.
Jalan tersebut menjadi rusak parah karena dilewati kendaraan proyek setiap hari, terutama truk yang mengangkut material batu, semen, kawat Bronjong dan pasir menuju lokasi tanggap darurat di area pelabuhan. Panjang jalan yang terdampak diperkirakan mencapai 200 meter dan kini dipenuhi material pasir yang menumpuk.
Masyarakat menuntut pihak kontraktor, Ko Bily, agar segera turun tangan memperbaiki bronjong yang ambruk dan menepati janji untuk memperbaiki jalan desa yang rusak akibat aktivitas proyek.
Warga menilai, kerusakan tersebut sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi pelajar dan petani yang bergantung pada akses jalan tersebut.
“Kalau dibiarkan, nanti musim hujan berikutnya bisa lebih parah. Jalan sudah rusak, bronjong pun amruk. Kami harap kontraktor tidak lepas tangan,” ujar warga lainnya.
Masyarakat Desa Jojame meminta pemerintah daerah Halmahera Selatan, khususnya dinas teknis (BPBD) yang menangani infrastruktur dan penanggulangan bencana, untuk melakukan evaluasi dan pengawasan ketat terhadap setiap proyek tanggap darurat di kerjakan oleh CV. Labuha Indah Berkarya.
“Kami tidak menolak pembangunan. Tapi kalau hasilnya seperti ini, jelas membuat kami kecewa. Ini proyek tanggap darurat, seharusnya cepat, tepat, dan kuat, bukan malah cepat rusak,” tutur seorang warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
Sementara pihak CV. Labuha Indah Berkarya (Ko Bily) selaku pelaksana proyek dan Dinas Teknis BPBD belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab ambruknya bronjong dan tuntutan warga untuk perbaikan jalan desa hingga berita ini dipublis.
(Ay/Red)





