144 Penumpang KM Intim Teratai Berhasil di Evakuasi ke Ternate, Ini Kronologi yang Disampaikan Petugas UPP Setempat
Halsel – haluanmalut.com. Kapal Motor (KM) Intim Teratai dilaporkan mengalami kecelakaan laut dan kandas di perairan Pulau Makian, tepatnya di Desa Sebelei, Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, pada Selasa (17/2/2026) dini hari.
Kapal tersebut mengangkut sebanyak 144 penumpang yang terdiri dari 143 orang dewasa dan satu anak-anak. Seluruh penumpang dipastikan selamat dalam peristiwa tersebut.
KM Intim Teratai sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Kupal dengan tujuan Pelabuhan Bastiong, Kota Ternate. Berdasarkan keterangan petugas Kesyahbandaran UPP setempat, Harimulyo Arifin, kondisi cuaca pada awal pelayaran terpantau baik hingga kapal memasuki perairan Kayoa.
“Awalnya cuaca bagus. Namun saat kapal menuju Pulau Makian, kondisi cuaca mulai berubah. Karena itu, kapten memutuskan untuk mengambil jalur dalam,” ujar Harimulyo saat dikonfirmasi.
Namun saat mendekati perairan Pulau Makian, kapal dihantam gelombang yang cukup kuat hingga akhirnya kandas setelah menabrak karang. Benturan tersebut menyebabkan kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran.
Harimulyo menegaskan bahwa insiden tersebut bukan disebabkan oleh kerusakan mesin, sebagaimana informasi yang sempat beredar di masyarakat. Ia memastikan mesin kapal tetap berfungsi normal saat kejadian.
“Mesin tidak mati, mesin tetap berfungsi. Kapal kandas karena menabrak karang,” tegasnya.
Pasca kejadian, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat ke Desa Sabela di Pulau Makian. Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan pihak terkait serta dukungan masyarakat setempat.
Para penumpang selanjutnya direncanakan diberangkatkan menuju Kota Ternate menggunakan kapal milik Basarnas dan kapal dari KSOP Ternate guna melanjutkan perjalanan.
“Penumpang akan diangkut menggunakan kapal Basarnas dan kapal KSOP Ternate menuju Ternate,” kata Harimulyo.
Sementara itu, kondisi kapal dilaporkan sempat kemasukan air akibat benturan dan hempasan gelombang. Sejumlah barang milik penumpang turut terdampak. Meski demikian, hingga saat ini belum ada data pasti terkait total kerugian yang dialami, baik oleh penumpang maupun pemilik kapal.
“Kerugian belum bisa dipastikan. Namun dipastikan ada kerugian, baik dari penumpang maupun pemilik kapal,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, KM Intim Teratai masih berada di lokasi kejadian dan belum dilakukan proses evakuasi kapal. Pihak terkait masih melakukan koordinasi lanjutan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
(Ay/Red)






