Kepala Kejari Halsel yang Baru Tommy Busnarma komitmen Tindaklanjuti Kasus Korupsi di Daerah
prosesi penyambutan resminya di Bandara Oesman Sadik, Labuha, Senin (04/11/2025). (Foto: Istimewa)
Halsel – haluanmalut.com. Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Selatan yang baru, Tommy Busnarma, menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap laporan dugaan korupsi dan penyalahgunaan anggaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.
Hal ini disampaikan setelah prosesi penyambutan resminya di Bandara Oesman Sadik, Labuha, Senin (04/11/2025).
Tommy Busnarma tiba di Halmahera Selatan bersama istri dan disambut secara adat melalui prosesi Soya-soya, sebagai simbol penghormatan masyarakat Maluku Utara terhadap pejabat baru.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat struktural Kejaksaan, serta tokoh adat dan agama setempat.
Usai prosesi adat dan doa bersama, Kajari yang baru langsung dihadapkan pada berbagai persoalan hukum yang tengah menjadi sorotan publik di daerah tersebut.
Sejumlah kasus besar di Halmahera Selatan kembali mencuat ke permukaan seiring dengan pergantian pimpinan Kejari.
Kasus-kasus tersebut di antaranya mencakup dugaan korupsi dana desa, penyalahgunaan anggaran di dinas pemerintahan, serta proyek infrastruktur yang diduga tidak sesuai prosedur.
Situasi ini menjadi tantangan awal bagi Tommy dalam menjalankan tugas barunya sebagai pimpinan lembaga penegak hukum di daerah.
Dalam keterangan persnya, Tommy menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja secara profesional dan independen dalam menangani setiap laporan yang masuk.
“Kalau ada temuan atau laporan terkait kasus korupsi, pasti akan kami tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Semua laporan masyarakat akan kami pelajari secara mendalam,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya akan segera berkoordinasi dengan para kepala seksi di lingkungan Kejari Halsel untuk meninjau seluruh perkara yang sedang berjalan.
“Masalah-masalah yang sudah ada di Kejari akan saya tanyakan ke Kasi Intel dan Kasi Pidum. Kita pelajari bersama, dan kalau memang jelas ada pelanggaran hukum, kita tindak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kajari Halsel menekankan pentingnya transparansi dalam setiap proses hukum. Ia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan laporan atau informasi terkait dugaan penyalahgunaan anggaran.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan. Namun tentu harus disertai data awal yang bisa dipertanggungjawabkan agar penanganannya lebih efektif,” kata Tommy
Kehadiran Tommy Busnarma sebagai pimpinan baru di Kejari Halsel disambut positif oleh masyarakat dan pegiat antikorupsi di daerah. Mereka berharap kepemimpinannya mampu membawa perubahan nyata dalam penegakan hukum yang lebih tegas dan berkeadilan.
Berbagai kalangan menilai, penegakan hukum di Halmahera Selatan perlu ditingkatkan agar tidak hanya berhenti pada proses penyelidikan, tetapi benar-benar memberikan efek jera bagi pelaku korupsi.
Dengan pengalaman Tommy di berbagai daerah sebelumnya, publik berharap ada arah baru dalam reformasi dan pembenahan sistem hukum di tingkat daerah.
Kedatangan Kepala Kejari Halmahera Selatan yang baru menjadi momentum penting bagi lembaga penegak hukum di wilayah ini untuk memperkuat komitmen dalam membangun integritas, menegakkan supremasi hukum, dan memberantas korupsi tanpa pandang bulu.
Dengan dukungan masyarakat dan kerja sama antara instansi, Kejari Halsel di bawah kepemimpinan Tommy Busnarma diharapkan mampu mewujudkan penegakan hukum yang tegas, transparan, dan berkeadilan.
(Ay/Red)





