Ayah Telah Tiada, Tapi Janjimu Tertunaikan: Arsila Pulang dari Baitullah
Arsila didepan Ka'bah. (Foto: istimewa)
Halsel – haluanmalut.com, Kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), disambut penuh haru oleh keluarga dan jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) pada Selasa (24/6/2025) di Pelabuhan Kupal, Kecamatan Bacan Selatan.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah kehadiran Hj. Arsila Hairunnisa Binti Irfan, yang tercatat sebagai jemaah haji termuda asal Halsel tahun ini. Arsila merupakan putri dari pasangan almarhum Hi. Irfan Abas dan Hj. Sufian Isk Alam. Saat ini, ia sedang menempuh semester akhir di salah satu Perguruan Tinggi ternama di Kota Malang.
Meskipun masih berusia muda, Arsila berhasil menunaikan ibadah haji. Sebuah pencapaian yang tidak umum di kalangan jemaah haji asal Malut, khususnya Halsel. Dalam keterangannya kepada wartawan haluanmalut.com, Arsila mengungkapkan bahwa niat berhaji telah ditanamkan oleh orang tuanya sejak ia masih kecil.
“Sejak saya kelas 6 di SDN Amasing 2, orang tua saya sudah membuka tabungan haji atas nama saya. Alhamdulillah, tahun ini amanah itu bisa saya tunaikan sampai pulang dari Baitullah,” tuturnya.
Arsila berangkat ke Tanah Suci bersama rombongan jemaah haji Halsel beberapa bulan lalu dan kembali dalam kondisi sehat walafiat. Kehadirannya di Pelabuhan Kupal turut disambut oleh sang ibunda tercinta, keluarga besar serta masyarakat sekitar yang hadir menyambut para jemaah.
Keberhasilan Arsila menunaikan ibadah haji menjadi simbol keberhasilan generasi muda dalam menjalankan kewajiban agama. Kisah hidupnya yang kehilangan ayah sejak duduk di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap membanggakan kedua orang tua.
Ia menyebut bahwa berhaji di usia muda merupakan bentuk bakti kepada kedua orang tuanya, terutama untuk almarhum ayahanda tercinta.
Pemda Halsel memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian seluruh jemaah haji, khususnya kepada generasi muda seperti Arsila yang menunjukkan komitmen religius sejak dini. Kisahnya menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Halsel agar terus menanamkan nilai-nilai keagamaan dan semangat beribadah sejak usia muda.
(Nengo)






