Berita Terbaru

Dinkes Halsel Gelar Pelatihan Tripel Eliminasi Menuju Generasi Sehat

Kegiatan berlangsung selama 4 hari, dari 7 hingga 10 Juli 2025, bertempat di Aula Hotel Buana Lipu, Kecamatan Bacan Selatan dan diikuti oleh 10 Puskesmas.

Halselhaluanmalut.com, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar pelatihan Pencegahan Penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak (PPIA), sebagai bagian dari upaya menuju Tripel Eliminasi. Kegiatan berlangsung selama 4 hari, dari 7 hingga 10 Juli 2025, bertempat di Aula Hotel Buana Lipu, Kecamatan Bacan Selatan dan diikuti oleh 10 Puskesmas. Setiap Puskesmas mengutus 3 peserta, terdiri dari Dokter, Bidan dan penanggung jawab program HIV.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam deteksi dini dan penatalaksanaan kasus HIV, Sifilis dan Hepatitis B pada ibu hamil.

Sekretaris Dinas Kesehatan Halsel, dr. Surahmat, dalam sambutannya menekankan bahwa pencegahan penularan dari ibu ke anak adalah prioritas utama untuk menekan angka penyakit menular yang berpengaruh langsung terhadap kualitas generasi masa depan.

“Kami ingin memastikan seluruh tenaga kesehatan di lini pertama memahami pentingnya skrining ibu hamil serta memiliki keterampilan teknis sesuai standar nasional, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP). Ini adalah tantangan serius bagi Indonesia,” ungkap dr. Surahmat.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Malut dan BBPK Makassar. Materi mencakup epidemiologi 3 penyakit, prosedur skrining pada ibu hamil, alur penatalaksanaan kasus positif, hingga pencatatan dan pelaporan melalui sistem informasi kesehatan nasional.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Halsel Tahun 2024, cakupan skrining HIV, Sifilis dan Hepatitis B pada ibu hamil masih berada di bawah angka 70%. Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam mencapai target eliminasi penularan dari ibu ke anak pada tahun 2030, sebagaimana ditetapkan dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs).

Pelatihan ini juga memperkuat integrasi layanan Antenatal Care (ANC) dengan program PPIA serta menekankan pentingnya edukasi dan konseling kepada ibu hamil sebagai strategi preventif. Para peserta mengikuti sesi praktik, termasuk simulasi konseling pra dan pasca tes serta penyuluhan berbasis komunitas.

Menurut Asmawaty, Plt. Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Halsel, kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan dalam mendeteksi, mencegah dan menangani infeksi menular dari ibu ke anak.

“Diharapkan dengan peningkatan kapasitas ini, kita bisa mencapai eliminasi penularan dari ibu ke anak,” tegasnya.

Dinkes Halsel menargetkan cakupan skrining ibu hamil terhadap tiga penyakit ini bisa mencapai minimal 95% pada tahun 2025. Dengan begitu, diharapkan angka penularan vertikal dapat ditekan secara signifikan demi terwujudnya generasi bebas penyakit menular sejak dalam kandungan.

Pelatihan ini merupakan bagian dari strategi nasional Tripel Eliminasi dan menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Daerah Halsel dalam memperkuat layanan kesehatan primer serta menyiapkan tenaga kesehatan yang andal menghadapi tantangan kesehatan ibu dan anak.

(Nengo)