Berita Terbaru

KOHATI HMI Bacan Ultimatum Polres Halsel, 6 Pelaku Kekerasan Seksual di Obi Harus Ditangkap, 3 Polisi Diduga Halangi Proses Hukum

KOHATI HMI Cabang Bacan audiensi terbuka di Mapolsek Obi, Senin (14/7/2025).

Halselhaluanmalut.com – Dalam audiensi terbuka di Mapolsek Obi, Senin (14/7/2025), Ketua KOHATI HMI Cabang Bacan, Ferawati Samsir, mengultimatum Polres Halmahera Selatan Kabupaten (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), agar segera menangkap seluruh pelaku kekerasan seksual terhadap seorang siswi SMK di Kecamatan Obi.

“Kami hadir bukan untuk dengar alasan, tapi menagih janji. Jika tak ada tindakan tegas dalam waktu dekat, kami akan turun aksi. Ini soal keadilan, masa depan anak bangsa,” tegas Ferawati di hadapan perwakilan Polres dan Kapolsek Obi.

Ferawati juga menyoroti dugaan keterlibatan 3 anggota Polsek Obi berinisial R, J, dan R, yang diduga memfasilitasi penyelesaian damai.

“Tiga oknum ini harus dicopot dan dilaporkan ke Propam. Ini bukan sekadar pelanggaran etik, tapi bentuk obstruction of justice,” ujarnya tajam.

Ia menegaskan bahwa KOHATI menuntut 6 pelaku kekerasan seksual segera ditangkap tanpa tebang pilih.

“Jangan kompromi. Jangan pilih-pilih. Semua yang terlibat harus diproses hukum. Keterlambatan hanya menambah luka korban dan keluarganya,” kata Ferawati.

Sekretaris KOHATI, Wiwin M. Zen, memperkuat desakan tersebut dengan menyebut perlu adanya evaluasi total terhadap Polsek Obi.

“Ini bukan soal satu kasus, tapi soal wajah hukum kita. Kapolsek dan anggotanya yang terlibat harus dipecat,” ujar Wiwin.

Siti Nurhuda Sadar Alam, Ketua Bidang Eksternal KOHATI Cabang Bacan, menilai ada krisis kepercayaan publik terhadap penegak hukum di Obi.

“Kasus ini mencerminkan krisis profesionalisme aparat. Ini bukan yang pertama. Kapolres hingga Kapolda harus turun langsung evaluasi,” tegasnya.

Kasi Humas Polres Halsel, AKP Sunadi Sugiono, menyatakan pihaknya berkomitmen menangani kasus secara profesional dan transparan.

“Kami tidak lindungi siapa pun, baik pelaku maupun anggota yang menyimpang. Semua akan ditindak sesuai aturan. Kritik dan pengawasan publik kami apresiasi,” ujarnya.

Audiensi ditutup dengan sikap keras Ferawati:

“Jangan coba-coba lindungi pelaku. Kami tidak akan diam. Kami akan terus bersuara dan turun ke jalan sampai keadilan ditegakkan,” tutupnya.

(Nengo)