Berita Terbaru

Kromium 6 PT Harita Group Bisa Meningkatkan Kangker Dan Penyakit Bahaya Lainnya

Halsel Haluanmalut com-Zat Kimia Kromium-6 hasil dari Limbah aktivitas Perusahaan tambang nikel milik PT Harita Group yang beroperasi di wilayah Pulau Obi, Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara rupanya bisa menyebabkan kanker dan penyakit kulit dan lainnya. (16/6/2025)

Dikutip dalam laman resmi www.ewg.org, Kromium-6 adalah bentuk unsur kromium yang biasanya diproduksi melalui proses industri tetapi dapat terjadi secara alami. Kromium umumnya digunakan untuk pelapisan logam anti-korosi, pengawetan kayu, dan pewarnaan tekstil.

Kromium telah terdeteksi di air tanah akibat polusi industri-industri, dan dari stasiun kompresi gas alam yang menggunakannya sebagai agen anti-korosi dalam air pendingin.

Salah satu tokoh yang bernama Erin Brockovich menemukan Kromium heksavalen, atau kromium-6, adalah zat kimia penyebab kanker yang meracuni masyarakat Hinkley, California. Penemuannya kemudian terkenal karena di filmkan pada tahun 2000.

Di laman tersebut juga menyebutkan Risiko Kesehatan ketika terpapar zat berbahaya itu. Pada tahun 2008, Program Toksikologi Nasional, atau NTP, menemukan peningkatan yang signifikan pada tumor lambung dan usus pada tikus yang mengonsumsi kromium-6 dalam air minum. Pada tahun 2015, ilmuwan California, melaporkan peningkatan risiko kanker perut pada pekerja yang terpapar kromium-6.

EPA menyelesaikan rancangan penilaian kesehatan pada tahun 2010 dan menyimpulkan bahwa dosis kromium-6 yang relatif rendah dapat meningkatkan risiko kanker. Badan tersebut sedang dalam proses memperbarui penilaian ini. Paparan kronis terhadap kromium-6 dalam air minum juga dapat merusak hati dan sistem reproduksi, serta menurunkan berat badan dan menunda perkembangan kerangka keturunan hewan laboratorium yang terpapar bahan kimia tersebut.

Para ilmuwan telah mengidentifikasi bayi, anak-anak, dan orang yang mengonsumsi antasida, serta orang-orang dengan fungsi hati yang buruk, berada pada risiko lebih besar terhadap paparan kromium-6.

Selain itu, dikutip dalam laman resmi www.dinkes.gunungkidulkab.go.id menjelaskan terkait Kromium dalam lingkungan berasal dari tambang sebagai bijih kromit (FeCr2O4). Bijih kromium banyak ditambang seperti Afrika Selatan, Zimbabwe, Finlandia, India, Kazakihstan dan Filipina.

Meski demikian, PT Harita Group juga saat ini terlibat atau dalang dari mara bahaya tercemarnya Zat Kromium yang saat ini mulai mencemari Air Bersih masyarakat Desa Kawasi.

Efek kesehatan dari kromium sendiri menyebabkan orang bisa terkena zat berbahaya itu melalui pernapasan, makanan atau minuman dan melalui kontak kulit dengan kromium atau senyawa kromium. (Dikutip dalam laman resmi www.dinkes.gunungkidulkab.co.id)

Tingkat kromium di udara dan air umumnya rendah. Dalam air minum tingkat kromium biasanya juga rendah, tetapi air sumur yang terkontaminasi kromium (IV); hexavalent chromium berbahaya.

Dalam laman resmi itu lebih menguraikan bahaya terpapar zat kimia berbahaya kromium III. Namun, bagaimana dengan kromium-6 yang kini mulai mencemari air bersih masyarakat Desa Kawasi?

Kebanyakan orang asupan kromium (III) melalui makan makanan yang mengandung kromium, kromium (III) terjadi secara alami di banyak sayuran, buah-buahan, daging, ragi dan biji-bijian karena zat berbahaya itu sangat mudah menempel pada tanah, air dan tanaman.

Meski, kromium (III) merupakan nutrisi penting bagi manusia dan apabila kekurangan dapat menyebabkan bebrapa kondisi pada jantung, gangguan metabolisme dan diabetes. Tetapi penyerapan terlalu banyak kromium (III) dapat menyebabkan efek buruk bagi kesehatan juga, seperti misalnya ruam kulit.

Lantas bahaya Kromium-6 (VI) justru lebih mengerikan bila bersandaran dengan temuan para tokoh peneliti sebagaimana diuraikan dalam laman resmi www.ewg.org, di atas.

Selanjutnya, bahaya kromium-6 (VI) bagi kesehatan manusia, terutama untuk orang-orang yang bekerja di industri baja dan tekstil pada perusahaan tambang. Kromium (VI) diketahui menyebabkan berbagai efek kesehatan. dapat menyebabkan reaksi alergi, ruam kulit, dan dapat menyebabkan iritasi hidung sampai mimisan.

Masalah kesehatan lainnya yang disebabkan oleh kromium-6 (VI) berdasarkan laman resmi www.dinkes.gunungkidulkab.co.id :

Ruam kulit

Perut Kesal dan bisul

Gangguan pernafasan

Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Ginjal dan kerusakan hati

Perubahan materi genetik

Kanker paru-paru

Kematian

Dari keterangan diatas, kini merujuk pada konsesi izin perusahaan tambang nikel milik PT Harita Group yang aktivitasnya tentu tidak lain adalah menimbulkan dan menyebabkan populasi zat kromium semakin berbahaya bagi kehidupan masyarakat di lingkungan tambang.

Bahkan dampak buruk yang dihasilkan PT Harita Group kini sudah mencapai Kromium-6 yang artinya sangat mengancam hak hidup masyarakat.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam laman resmi www.dinkes.gunungkidulkab.co.id, bahaya kromium (III) merupakan unsur penting untuk organisme, ketika dosis harian terlalu rendah, dapat mengganggu metabolisme gula dan menyebabkan kondisi jantung. Sedangkan Kromium (VI) beracun untuk organisme.

Hal ini dapat mengubah bahan genetik dan menyebabkan kanker. Ketika jumlah kromium dalam tanah meningkat, hal ini masih dapat menyebabkan konsentrasi yang tinggi pada tanaman.

Pengasaman tanah juga dapat mempengaruhi serapan kromium oleh tanaman. Tanaman biasanya hanya menyerap kromium (III). tetapi ketika konsentrasi melebihi nilai tertentu, efek negatif dapat terjadi. Kromium tidak diketahui terakumulasi dalam tubuh ikan, tetapi konsentrasi tinggi kromium, karena pembuangan produk logam di permukaan air, dapat merusak insang ikan yang berenang di dekat titik pembuangan.

Lalu bagaimana dengan bahayanya Kromium-6 yang dihasilkan PT Harita Grup dan kini dikabarkan sudah mulai mencemari air bersih masyarakat Desa Kawasi.

Tulisan ini diangkat berdasarkan data dan hasil paparan penelitian dari berbagai laman resmi seperti, www.ewg.org dan www.dinkese.gunungkidulkab.co.id.

(nengo)