Berita Terbaru

Sedimentasi Tebal dan Perubahan Warna Air Sungai Akelamo Dikeluhkan Warga Kawasi

Oplus_16908288

Halsel – haluanmalut.com. Sejumlah warga Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, keluhkan munculnya sedimentasi tebal serta aliran air berwarna cokelat kemerahan di sebuah muara kecil yang terhubung langsung dengan Sungai Akelamo. (30/11/2015)

Warga mendapati adanya perubahan signifikan pada kualitas air sungai, berupa aliran berlumpur pekat, sedimentasi tinggi, serta kerusakan vegetasi di bantaran muara.

Dokumentasi visual menunjukkan tumpukan lumpur, material hanyut, pohon mengering, pohon kecil tumbang, hingga sebuah helm berwarna kuning tersangkut di antara akar pohon, menandakan adanya arus kuat dari hulu.

Keluhan disampaikan oleh warga yang rutin melintasi kawasan tersebut. Seorang pemerhati lingkungan lokal juga memberikan penjelasan terkait kondisi sedimentasi.

Kondisi tersebut terpantau oleh wartawan BARAH bersama pemerhati lingkungan dan beberapa warga kawasi Pada Senin (23/11) dilokasi yang jaraknya kurang lebih 8 Km dari kilo 4

Warga menilai perubahan warna air dan endapan lumpur telah mengganggu aktivitas sehari-hari. Sungai Akelamo sebelumnya digunakan sebagai tempat mandi, rekreasi, bermain anak-anak, hingga sumber kebutuhan air pada masa lalu. Namun, kini air dinilai tidak aman digunakan.

“Dulu sungai ini torang bisa minum. Sekarang suda tidak bisa. Kalau hujan besar, air banjir dan kotor sekali,” ujar seorang warga yang tidak mau namanya di publis

Selain itu, mereka merasa perlu ada pemeriksaan karena khawatir kondisi tersebut berdampak pada kesehatan masyarakat serta ekosistem sungai.

Warga menyebut bahwa aliran berlumpur tersebut berasal dari arah kawasan operasi PT Harita Group, terutama ketika terjadi hujan deras dan banjir.

Namun, dugaan tersebut masih bersifat pengamatan visual masyarakat.
Seorang pemerhati lingkungan menegaskan bahwa penyebab pasti harus dibuktikan melalui uji laboratorium dan pemeriksaan teknis.

“Secara visual terlihat sedimentasi tinggi. Tapi penyebabnya tidak bisa disimpulkan tanpa pengujian air dan investigasi resmi,” jelasnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan lembaga pengawasan lingkungan segera turun melakukan pengecekan untuk memastikan kualitas air Sungai Akelamo tetap aman dan mencegah potensi dampak lingkungan yang lebih luas.

Mereka juga menegaskan bahwa tujuan keluhan ini bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, tetapi untuk menjaga keberlanjutan Sungai Akelamo yang selama ini menjadi ruang publik bagi warga dan pengunjung.

(Ay/Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *