Berita Terbaru

Siswa MTs Negri 2 Babang Dikasimakan Ulat Lewat Dapur MBG: Dinkes dan Dispen Trunkan Tim Evaluasi

Oplus_16908288

Halsel – haluanmalut.com. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah ditemukan ulat dalam makanan yang disajikan kepada siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, (26/01/202) dan memicu kekhawatiran publik terhadap kualitas serta pengawasan penyedia MBG di daerah.

Kejadian ini berlangsung di MTs Negeri 2 Halsel yang berlokasi di Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur. Ulat ditemukan di dalam makanan yang dibagikan kepada siswa saat jam makan di lingkungan sekolah. Temuan tersebut sontak menimbulkan keresahan, baik di kalangan siswa, orang tua, maupun pihak sekolah.

Sumber internal yang mengetahui kejadian tersebut menyebutkan bahwa kasus serupa diduga bukan kali pertama terjadi. Namun, selama ini kejadian tersebut tidak pernah mencuat ke publik.

“Baru saja ditemukan ulat dalam makanan bergizi di MTs Negeri 2 Halmahera Selatan, Desa Babang. Kejadian seperti ini sebenarnya sudah berulang, hanya saja selama ini diduga ditutupi,” ungkap sumber internal kepada media ini.

Ia menilai temuan ini harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak penyedia MBG agar lebih teliti, profesional, dan bertanggung jawab dalam proses pengolahan makanan. Pasalnya, program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan peserta didik.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan, Asia Hasyim, SKM., M.Kes, memastikan pihaknya akan segera mengambil langkah tegas dengan menurunkan tim gabungan.

“Besok kita akan turunkan tim untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegas Asia Hasyim.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, Siti Khodijah, M.Ag. Ia menegaskan akan segera mengingatkan seluruh penyedia MBG agar lebih berhati-hati dan meningkatkan standar kebersihan serta kualitas makanan.

“Kami akan menyampaikan hal ini di grup koordinasi MBG dan meminta seluruh penyedia agar lebih teliti dalam proses penyiapan makanan,” ujarnya.

Siti Khodijah juga memastikan akan melakukan peninjauan langsung ke dapur MBG terdekat dari lokasi kejadian guna melihat secara langsung sarana, prasarana, serta proses pengolahan makanan.

“Selanjutnya kami akan mengunjungi dapur MBG untuk melihat langsung seluruh prosesnya. Harapan kami kejadian seperti ini tidak terulang, karena program ini adalah hajat bersama dan menjadi perhatian semua pihak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MTs Negeri 2 Halsel, Abdurahim Hamza, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIT dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak sekolah.

“Benar, kejadiannya sekitar pukul 10 pagi. Koordinator MTs langsung melaporkan ke pihak MBG dan mereka langsung turun ke sekolah untuk melakukan pengecekan,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola MBG yang beroperasi di Desa Babang belum memberikan keterangan resmi terkait temuan ulat dalam makanan tersebut. Pemerintah daerah diharapkan bertindak tegas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan program MBG benar-benar memberikan manfaat serta rasa aman bagi para siswa.

(Ay/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *