Berita Terbaru

Warga Halsel Tunggak Pembayaran Air PDAM Rp 5 Miliar, Direktur Imbau Partisipasi Aktif

Kantor PDAM Halsel.

  1. Halsel, Haluanmalut.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), mencatat akumulasi tunggakan pembayaran tagihan air bersih oleh pelanggan telah mencapai angka Rp 5 miliar. Kondisi ini dinilai menghambat kinerja dan operasional PDAM dalam memberikan layanan air bersih secara optimal.

Direktur PDAM Halsel, Soleman Bobote, saat diwawancarai media ini, menyampaikan bahwa untuk mendukung kelancaran distribusi air bersih, partisipasi aktif masyarakat dalam membayar kewajiban iuran sangat dibutuhkan.

Menurutnya, pelanggan yang menunggak telah berdampak langsung pada keterbatasan operasional perusahaan.

“Jumlah tunggakan pelanggan saat ini mencapai lebih dari Rp5 miliar. Ini sangat memengaruhi kelangsungan operasional kami, mulai dari biaya bahan bakar, pemeliharaan jaringan pipa, hingga kesejahteraan karyawan,” ujar Soleman, Jumat (24/5/2025).

Ia menjelaskan, tunggakan ini tersebar di hampir seluruh wilayah pelayanan PDAM Halsel, yang terdaftar dalam tabel piutang warga ke PDAM sebanyak kelompok atau golongan.

“Banyak pelanggan menunggak mulai bulan 2025 tanggal 30 April sampai saat ini. Mereka masih menikmati layanan air namun tidak menjalankan kewajiban. Ini tentu tidak adil bagi pelanggan yang rutin membayar,” imbuhnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, PDAM Halsel akan menempuh sejumlah langkah. Diantaranya, mengirimkan surat teguran kepada pelanggan yang menunggak dan apabila tidak ada respons, tidak menutup kemungkinan dilakukan pemutusan sementara sambungan air.

Meski demikian, Soleman menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka ruang dialog bagi pelanggan yang mengalami kendala finansial. PDAM memberikan opsi pembayaran cicilan agar pelanggan tetap dapat menyelesaikan tunggakan secara bertahap.

“Kami terbuka untuk bekerja sama. Jika ada pelanggan yang kesulitan, silakan datang ke kantor PDAM untuk diskusi dan menyusun skema pembayaran yang memungkinkan. Kami hanya minta ada itikad baik,” katanya.

Sebagai bagian dari strategi penertiban, PDAM Halsel juga berencana melakukan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membayar tagihan tepat waktu. Menurut Soleman, kesadaran masyarakat perlu ditumbuhkan, mengingat pembayaran iuran air secara langsung menopang keberlanjutan layanan.

“Air bersih adalah kebutuhan pokok. Tapi untuk menjamin pasokan tetap berjalan lancar, kami butuh dukungan masyarakat. Tagihan yang dibayar pelanggan kembali ke mereka dalam bentuk layanan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan tantangan geografis Halmahera Selatan yang terdiri dari wilayah kepulauan dan daratan, PDAM membutuhkan biaya tinggi untuk memastikan distribusi air menjangkau seluruh pelanggan. Karena itu, keterlibatan semua pihak sangat penting.

“PDAM akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Namun tanpa dukungan masyarakat dan kebijakan dari pemerintah daerah, sangat sulit untuk mencapai hasil maksimal. Mari kita jaga sistem ini bersama demi kebutuhan dasar kita semua,” tutup Soleman.

(Ongen)