Berita Terbaru

Desak Audit Dana Desa, LSM-KANe Malut dan Warga Loleo Geruduk Inspektorat Halsel

Halsel – haluanmalut.com.  Lembaga Swadaya Masyarakat Kalesang Anak Negeri Maluku Utara (LSM-KANe Malut) bersama masyarakat Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Inspektorat Halmahera Selatan, Jumat (24/04/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan penyalahgunaan Dana Desa oleh Kepala Desa Loleo, Ade Amus. Dalam orasinya, massa aksi mendesak Inspektorat segera melakukan audit khusus terhadap pengelolaan dana desa yang dinilai tidak transparan dan merugikan masyarakat.

Perwakilan warga menyampaikan bahwa sejak tahun anggaran 2022 hingga 2025, tidak ada pembangunan fisik yang terealisasi di Desa Loleo. Selain itu, sejumlah hak aparatur desa, seperti tunjangan kepala urusan (kaur), juga dilaporkan belum dibayarkan hingga saat ini.

“Kami menduga kuat adanya penyalahgunaan Dana Desa. Selama beberapa tahun ini tidak ada pembangunan, sementara hak-hak aparat desa juga diabaikan,” ujar salah satu perwakilan masyarakat dalam aksi tersebut.

Warga juga menyoroti sejumlah aset yang diduga dibeli menggunakan Dana Desa, namun tidak dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Aset tersebut antara lain berupa speedboat dan mesin 140 PK yang disebut berada di rumah pribadi kepala desa.

Selain itu, masyarakat mempertanyakan kepemilikan tiga unit rumah milik kepala desa, dua di Desa Loleo dan satu di Desa Tomori, yang diduga dibangun menggunakan anggaran desa. Dugaan lain juga mencakup kepemilikan dua unit mobil dengan sumber dana yang tidak jelas.

Berdasarkan data yang dihimpun LSM-KANe Malut bersama masyarakat, terdapat indikasi sejumlah kegiatan fiktif dalam laporan realisasi anggaran desa. Nilai dugaan penyalahgunaan dana tersebut diperkirakan mencapai hampir miliaran rupiah.

Koordinator lapangan aksi, Asbar Sandiah, menegaskan agar Inspektorat Halmahera Selatan bertindak profesional dan tidak berpihak. Ia menyebut pihaknya telah mengantongi berbagai bukti pendukung.

“Kami minta inspektorat tidak bermain-main. Data sudah kami pegang. Harus ada langkah tegas agar tidak menimbulkan kecurigaan publik dan memberikan efek jera bagi oknum yang terlibat,” tegas Asbar.

Menanggapi tuntutan tersebut, pihak Inspektorat Halmahera Selatan melalui Irban Investigasi menyampaikan bahwa audit khusus akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Mereka juga meminta partisipasi masyarakat untuk turut mengawal proses tersebut.

“Dalam waktu dekat kami akan turun melakukan audit khusus di Desa Loleo. Kami juga berharap masyarakat dapat mendampingi agar proses berjalan transparan,” ujar perwakilan Inspektorat.

Masyarakat Desa Loleo berharap, melalui audit tersebut, seluruh dugaan penyimpangan dapat terungkap secara jelas dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Mereka juga menuntut adanya keadilan serta transparansi dalam pengelolaan Dana Desa demi kesejahteraan bersama.

(Ay/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *