Berita Terbaru

Rumah Warga Nondang Terbakar, Kades Imbau Waspada di Musim Kemarau

Halsel – haluanmalut.com. Sebuah rumah warga di Desa Nondang, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, mengalami kebakaran pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 10.16 WIT. Peristiwa tersebut diduga dipicu kelalaian pemilik rumah yang meninggalkan api tungku dalam kondisi masih menyala.

Kepala Desa Nondang, Munira M. Saleh, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam aktivitas yang berkaitan dengan penggunaan api di tengah musim kemarau.

“Peristiwa ini menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih berhati-hati. Pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah maupun saat selesai beraktivitas,” ujar Munira.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, sumber api diduga berasal dari tungku dapur yang digunakan untuk memanaskan air. Api kemudian membesar setelah ditinggalkan tanpa pengawasan, sehingga memicu kebakaran di bagian dapur rumah.

Karmila, anak dari pemilik rumah Fardi Kwylo, menjelaskan bahwa sebelum kejadian dirinya sempat memanaskan air menggunakan tungku kayu. Setelah itu, ia meninggalkan rumah untuk menghadiri acara keluarga.

“Saya panaskan air pakai tungku kayu, lalu saya isi ke tempat penampungan. Setelah itu saya langsung pergi ke acara keluarga. Sekitar 20 menit kemudian, saya mendapat kabar rumah terbakar,” ungkapnya.

Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong karena kedua orang tua Karmila juga menghadiri acara pernikahan keluarga. Beruntung, kebakaran hanya terjadi di bagian dapur dan tidak merembet ke seluruh bangunan.

Warga sekitar yang melihat kobaran api langsung berupaya memadamkan api secara gotong royong menggunakan air seadanya. Berkat kesigapan warga, api berhasil dikendalikan sebelum menyebabkan kerusakan yang lebih luas.

Munira menyampaikan apresiasi kepada warga yang sigap membantu proses pemadaman. Ia juga menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dalam mencegah potensi kebakaran, terutama di musim kemarau yang rawan terjadi kebakaran akibat kondisi kering.

“Kesigapan warga sangat membantu sehingga api cepat dipadamkan. Kami berharap kejadian ini tidak terulang dan masyarakat semakin peduli terhadap keselamatan lingkungan,” tambahnya.

Selain itu, lokasi rumah yang terbakar diketahui berjarak sekitar 50 meter dari tempat berlangsungnya acara pernikahan. Hal ini turut mempermudah warga untuk segera merespons dan melakukan pemadaman.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian material diperkirakan terbatas pada bagian dapur rumah yang terbakar.

Pemerintah desa kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan hal-hal kecil yang berpotensi menimbulkan bahaya besar. Kewaspadaan, khususnya dalam penggunaan api, menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran di lingkungan permukiman.

(Ay/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *