Berita Terbaru

Tak Hadiri Rapat BPK, Kepala DKP Halsel Diduga Santai Makan Gohu di Rumah

Rapat bersama BPK RI Perwakilan Maluku Utara di Aula Kantor Bupati Halsel

Suasana rapat BPK RI Perwakilan Maluku Utara bersama Pemkab Halmahera Selatan, Rabu (16/9/2025). (Foto: Istimewa Haluan Malut)

Halsel – HaluanMalut – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Idris Ali, tidak menghadiri rapat penting bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku Utara pada Rabu (16/9/2025) di Aula Kantor Bupati. Alasan ketidakhadiran yang disampaikan adalah karena sakit.

Namun, informasi internal menyebutkan Idris justru berada di rumah dan sedang menikmati makanan khas Maluku Utara, gohu, bersama sejumlah rekannya.

Agenda rapat tersebut merupakan bagian dari pemeriksaan kepatuhan atas pengelolaan pajak, retribusi daerah, serta lain-lain pendapatan sah tahun 2024 hingga triwulan III tahun 2025. Selain itu, BPK RI juga melakukan pemeriksaan pendahuluan atas belanja daerah tahun 2024–2025 yang dijadwalkan berlangsung hingga Oktober 2025.

Dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir, DKP Halsel menjadi satu-satunya instansi tanpa kehadiran langsung kepala dinasnya. Ketidakhadiran Idris Ali awalnya dibenarkan Kabid Budidaya Perikanan dengan alasan sakit, pernyataan yang disampaikan di hadapan forum yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Halsel, seluruh pimpinan OPD, serta Kepala BPK RI Perwakilan Maluku Utara, Marius Sirumapea.

Namun, keterangan itu dibantah sumber internal Pemkab Halsel.

“Ketidakhadiran Kadis Perikanan dengan alasan sakit itu bohong. Beliau ada di rumah dan saat itu sedang makan gohu bersama teman-teman,” ujar sumber yang meminta namanya dirahasiakan.

Sikap mangkir dengan alasan yang dianggap tidak benar itu dinilai sebagai bentuk ketidakseriusan dan ketidak kooperatifan dalam proses pemeriksaan keuangan daerah, terlebih di hadapan lembaga negara yang berwenang mengawasi keuangan publik.

“Semua OPD hadir lengkap. Hanya Dinas Perikanan yang Kadisnya beralasan sakit. Ini tidak bisa ditolerir. Kami minta Bupati dan Wakil Bupati memberi tindakan tegas,” tegas Marius Sirumapea.

Banyak pihak menilai tindakan Idris mencoreng citra Pemkab Halsel di hadapan BPK dan mendesak Bupati agar mengambil langkah tegas. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari Idris Ali maupun pihak DKP Halsel terkait ketidakhadiran tersebut serta dugaan pembohongan publik.

(Nengo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *